Berita

PMI Kabupaten Sidoarjo Gencarkan Penyemprotan Disinfektan hingga Keliling ke Rumah Warga

2021-07-27 04:24:57




Meningkatnya korban  Covid-19 membuat tim relawan PMI Kabupaten Sidoarjo juga lebih giat turun ke lapangan. Khususnya melakukan penyemprotan disinfektan secara masif di wilayah-wilayah yang banyak korban Covid-19. Tiap hari tim relawan PMI Kabupaten Sidoarjo Melakukan menyemprotkan disinfektan. 

Penyemprotan  disinfektan sebagai salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Jember. Covid-19 yang terkena disinfektan bakal mati. “PMI Kabupaten Sidoarjo mengerahkan 4 armada dengan 9 personil relawan  Senin, (26/7/2021)  di Wilayah Kabupaten Sidoarjo dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 PMI Kabupaten Sidoarjo,” kata Kepala Markas PMI Kabupaten Sidoarjo Drs. Aunur Rofiq. 


Kepala Markas PMI Kabupaten Sidoarjo Drs. Aunur Rofiq menuturkan penyebaran Covid-19 saat ini kian mengkhawatirkan sehingga harus ada upaya untuk memutus rantai penyebarannya. “Kami banyak mendapatkan permintaan penyemprotan disinfektan mulai dari lembaga pemerintah, swasta sampai RT dan RW. Kami terus berusaha melayani semua permintaan itu,” kata Drs. Aunur Rofiq. 

Namun, sambungnya, penyemprotan disinfektan tidak bisa hanya mengandalkan reawan PMI saja. “Kalau bisa masyarakat sendiri melakukan penyemprotan. Mulai dari individu, keluarga, sampai kelompok masyarakat. Formula membuat disinfektan juga gampang bisa cari di Google,” ujarnya. 

Menurut dia, jika semua komponen masyarakat bersama-sama melakukan upaya pencegahan maka pemutusan rantai penularan Covd-19 makin cepat. “Tentu semua juga disiplin menerapkan protocol kesehatan dengan 5M yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan,” terangnya. 

Satukan Sekretaris Lurah (Carek) Desa Kalidawer mengapresiasi aksi sosial yang dilakukan PMI Kabupaten Sidoarjo. “Saya ucapkan banyak terima kasih kepada PMI yang peduli melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah kami. Warga yang positif Covid-19.

Kembali ke Berita