Berita

Gus Muhdlor Perintahkan Tambah BOR di RS Rujukan Pasien Covid-19

2021-06-27 10:17:10




KOKINFO, Sidoarjo - Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur bagi pasien Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo sudah 80 % dari 637 bed yang disediakan. Hal tersebut membuat Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali, S.IP atau Gus Muhdlor kuatir. Namun dengan gerak cepat Dinas Kesehatan Sidoarjo, ada penambahan BOR menjadi 842 bed. Meski begitu Gus Muhdlor meminta untuk tetap menambah BOR. Targetnya 1000 BOR.

"Yang bisa kita lakukan sebenarnya itu pak Syaf (Kadis Kesehatan Sidoarjo), jangan sampai orang Sidoarjo yang kena Covid tidak bisa mendapatkan pelayanan medis di daerahnya sendiri, mungkin besok ditambahkan lagi (BOR) target secepatnya seribu," pintanya, saat memimpin rapat koordinasi tim terpadu cipta kondisi sosial, ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat bersama Forkopimda Sidoarjo, di Fave Hotel Sidoarjo, Senin malam (21/6).

Gus Muhdlor mengungkapkan 71 persen bed pasien Covid-19 di isi orang luar Sidoarjo. Oleh karenanya dirinya meminta BOR terus dipacu agar bisa bertambah. Disamping itu vaksinasi Covid-19 terus digiatkan.

"71 persen bed yang terisi di Sidoarjo ini adalah impor dari daerah luar, Surabaya sudah full, otamatis lari ke Sidoarjo dan Gresik, Gresik juga sama, Gresik tadi sudah 72 persen," ungkapnya.

bor1.jpg

Gus Muhdlor juga meminta penanganan pandemi Covid-19 harus memperhatikan psikologi masyarakat. Diusahakan masyarakat tidak panik tetapi Pemkab Sidoarjo tetap bisa melakukan penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan baik. Langkah strategis juga diharapkan dilakukan bersama oleh Forkopimda Sidoarjo.

"Psikologi masyarakat ini juga harus ditata, usahakan tidak panik tapi kita tetap efektif melawan Covid ini," ucapnya.

Gus Muhdlor mengungkapkan dari seluruh RT yang ada, hanya terdapat 63 RT yang berstatus zona kuning. Selebihnya 8.435 RT di Kabupaten Sidoarjo zona hijau. Meski begitu masyarakat dimintanya tidak lengah terhadap penyebaran Covid-19.

"Jangan menjadikan alasan kita untuk berleha-leha, percaya atau tidak datang itu (Covid-19)," ucapnya.

Gus Muhdlor juga meminta kegiatan pembelajaran tatap muka yang direncanakan untuk ditunda dulu. Jangan ada kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Seperti halnya menggelar hajatan. Mall dimintanya juga untuk dilakukan pembatasan beroperasi serta membatasi kapasitas pengunjung. Nantinya akan ada surat edaran akan hal itu.

"Kita di Sikon (situasi kondisi) yang tidak tepat sehingga sementara hajatan libur dulu, mall juga sama, beberapa dikasih batas waktu, kapasitas dijaga, edarannya masing-masing kepala dinas buat itu, Disperindag tugasnya untuk mall dan sebagainya, untuk peribadatan, kumpulan masyarakat, hajatan mungkin nanti via Bakesbangpol," ucapnya.

Gus Muhdlor juga meminta tracing dan testing kembali digiatkan. Terutama diperbatasan-perbatasan wilayah. Dititik-titik itu akan dilakukan swab antigen. Dirinya dan Forkopimda Sidoarjo akan ikut memantau jalannya itu.

"Ketika nanti edarannya sudah ada, Forkopimda jalan semua, sosialisasinya dan gerakan ke masyarakat harus utuh bahwa Sidoarjo memberikan garis kita balik lagi ke era enam bulan lalu, agak diperketat karena memang situasinya kurang memungkinkan untuk melakukan kegiatan secara normal," pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, drg. Syaf Satriawarman mengungkapkan sampai 20 Juni 2021 kemarin terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 18 orang. Tren kenaikan kasus Covid-19 tersebut terjadi saat berakhirnya PKKM Mikro tahap 6 tanggal 7 Juni kemarin. Sedangkan kasus sembuh sendiri bertambah sebanyak 15 orang. Jumlah kasus sembuh di Kabupaten Sidoarjo tersebut masih terbaik di Surabaya Raya yakni 93,94 %.

"Kasus meninggalnya juga masih yang terbaik dari Surabaya Raya yaitu sebesar 5,54," ucapnya. (sigit/kominfo)

Kembali ke Berita